16 Februari 2013

Contoh Hikayat Sri Rama


Hikayat Sri Rama


Raja Dasarata ialah raja di Ispahana Boga. Baginda keturunan Nabi Adam, dikatakan turunan yang keempat. Baginda hendak mendirikan negeri dan istana baru, lalu perdana menteri disuruh mencari tempat yang baik. Di tempat yang akan didirikan istana itu terdapat serumpun bamboo hijau. Berkali-kali dicoba orang mencabut rumpun bambu itu tetapi tidak tercabut. Akhirnya baginda sendirilah yang datang
merubuhkan rumpun bambu itu, di sana terlihat oleh seorang perempuan sedang duduk di atas tahtanya Mandudari namanya, perempuan itu lalu djambil Raja Dasarata untuk dijadikan sebagai permaisurinya. Sesudah perkawinan berlangsung barulah di tempat itu didirikan negeri lengkap dengan istananya yang bernama negeri Mandurapura. Mula-mula Raja, Dasarata tiada mendapatkan putra. Lama kelamaanbarulah baginda mempunyai juga putra dari Mandudari, Rama, dan Laksamana nama putranya itu. Baginda mempunyai putra itu berkat bagawan (maharesi). Dari istri yang kedua baginda berputra tiga orang, yaitu dua laki-laki dan seorang perempuan. Yang laki-laki bernama Bardana serta Citradana serta yang perempuan bernama Kikurvi.
Baginda berjanji kepada Baliadari (gundik Baginda) bahwa anaknyalah yang akan diangkat menjadi raja kelak menggantikan baginda. Putri yang dijanjikan itu adalah Bardana, namun yang sebenarnya berhak menjadi raja adalah Sri Rama. Hal itu terjadi karena Jogi yang telah menyumpahi Dasarata bahwa Sri Rama tidak akan dilihat dewasa oleh bapaknya karena Dasarata berdosa telah membunuh anak Jogi. Timbullah berita ada seorang raja raksasa mencintai Mandudari. Mandudari yang dicintainya itu dikiranya Mandudari asli karena rupanya persis seperti Mandudari, Rawana lalu mengambil Mandudari dan disangkanya sebagai Mandudari yang asli. Waktu diambil Rawana sebenarnya perempuan itu telah mengandung anak Dasarata. Setelah sampai waktunya Mandudari melahirkan seorang anak perempuan yangsebenarnya bayi itu anak Dasarata.
Rawana tidak suka kepada anak yang dilahirkan Mandudari karena menurut ramalan anak itu akan dibinasakan oleh bakal suaminya kelak. Karena itu, Rawana hendak melenyapkan nya. Akan tetapi atas desakan istrinya, perbuatan itu tidak jadi dilakukannya. Anak itu kemudian dimasukkan ke dalam peti besi dan dihanyutkan. Anak itu kemudian ditemukan oleh Maharesi Kali, dan diberi nama Sita Dewi. Maharesi Kali menanam 40 batang pohon lontar serta berjanji barang siapa yang dapat menembusnya dengan satu kali panah saja maka ia akan dijadikan suami Sita Dewi. Rama dan Laksamana diundang oleh Maharesi Kali untuk ikut serta dalam perlombaan memanah yang diadakan dalam sayembara. Pada mulanya, Dasarata tidak suka kedua anaknya itu ikut sayembara. Dasarata mengirimkan saja saudara Rama yang lain,hanya tidak seorang pun diantaranya yang sanggup menembus keempat puluh pohon lontar itu. Karena tidak seorang pun yang berhasil, akhirnya Rama dan Laksamana diberi izin untuk turut dalam sayembara itu.
Dalam perjalanan menuju ke tempat Maharesi Kali, Rama melakukan beberapa perbuatan yang hebat, panah Rama lah yang dapat menembus keempat puluh pohon lontar itu dengan baik. Rawana yang menjadi saingannya hanya dapat menembus 35 pohon. Karena kemenangan itu, Rama lalu dikawinkan dengan Sita Dewi. Rama sebenarnya kawin dengan saudaranya sendiri karena sebelumnya Mandudari jatuh ke tangan Rawana, ia telah mengandung anak Dasarata Bapak Sri Rama.
Atas kemenangan, itu Rawana menaruh dengki dan amarah kepada Rama, tetapi ia belum berani menyerang karena belum datang saatnya. Sebelum Rawana menyerang, Rama telah mengalahkan beberapa musuhnya. la telah memperlihatkan kesaktiannya pula dalan bermacam-macam hal, dia telah berhasil mengalahkan Pusparama.
Seperti telah dikatakan bahwa Rama tidak dapat menggantikan ayahnya menjadi raja, Rama sendiri tidak menyesal tentang itu karena ia sendiri lebih suka bertapa. Tetapi sebaliknya, Dasarata, ayahnya, selalu bersedih hati sampai meninggal. Kemudian, Sri Rama, Laksamana, dan Sita Dewi mengasingkan diri ke dalam hutan untuk bertapa.
Terdengar pula berita bahwa Rawana bermusuhan dengan raja-raja kera. Karena Balia dan Semburana, telah melanggar negeri kera. Istri Rawana, Belia Putri, dari raja kera yang lain. Hanoman melarikan 40 orang perempuan dariistana. Rawana telah kehilangan istrinya. Berkat pertolongan Maharesi, Rawana dapat memperoleh istrinya kembali. Istrinya itu sudah hamil pula dan kandungannya itu dilahirkan dengan perantaraan seekor kambing. Anaknya laki-laki diberi nama Anggada. Rupanya persis seperti kera.
Dalam cerita itu, panjang lebar diuraikan asal-usul kera itu. Yang penting di dalamnya ialah kelahiran Hanoman. la dilahirkan oleh seorang putri, Dewi Anjani namanya. Dewi Anjani hamil dengan cara yang luar biasa sebab mani Sri Rama dengan perantaraan Bagu dimaksukkan ke dalam badan Dewi Anjani. Setelah besar, Hanoman ingin mengetahuisiapa ayahnya dan karena itu ia pergi bertapa supaya mendapat pengetahuan.
Dalam hutan tempat pertapaan Rama, terdapat seorang gergasi (raksasa) perempuan, Sura Pendaki namanya, saudara perempuan Rawana. Anak raksasa itu akan dibunuh oleh Laksamana. Semula ia marah, tetapi akhirnya ia jatuh cinta kepada Laksamana, tetapi Laksamana menolaknya dan memotong hidung gergasi itu.
Rawana mencari akal untuk memisahkan untuk memisahkan Sita dan Rama. Dengan bermacammacam tipu daya yang digunakan, Rawana agar berhasil melarikan Sita. Untuk melaksanakan itu Rawana agak sulit karena ia selalu berada di dalam lingkaran sakti. Akhirnya dengan segala tipu muslihat Rawana berhasil juga, Sita dibujuknya untuk mengeluarkan tangannya dari lingkaran itu lalu ia ditangkapnya. Kejadian itu disaksikan oleh burung jatayu. Burung itu pun dibunuh oleh Rawana. Sebelum meninggalkan tempat itu Sita berhasil meninggalkan cincinnya dalam burung itu dan akan jadi tanda bagi Rama. Dalam keadaan sakaratul maut, Jatayu berhasil juga memberitahukan tentang Sita kepada Rama, lima puluh hari lamanya Rama berduka cita.